Wednesday, October 19, 2005

Aku tetap sebuah sunyi

Terasing diantara himpitan udara bertuba
otakku terdesak menggoda
Bernafas tanpa udara yang merenda
Senyum tanpa saraf melayang
Padahal sudah dialamatkan pada hati
Padahal punya nyali
Luncurkan bintang pada langit binatang
Sekarang bagaimana terjemahkan kata hati
Yg mengamuk didada sendiri
Memporak wajah sepi
kosong yg berbelati
tatap menikam tikam dadaku terluka
binar cahaya dipinta
tapi aku tetap sebuah sunyi
menyimpan rahasiaku sendiri

(02/12/04)

No comments: