Lihat disana..ada secercah cahaya
bisa lihat?tidak? Aku juga
oh maaf tadi tertutup bayangan mereka
sini kubuka dengan pisau yang kukantongi
sini kumaki mereka dengan tulisan ini
sini pakai topengku tuk hancurkan mereka
tunggu, kubuatkan dulu bentuk barumu dalam layar
Lihat disana..ada secercah cahaya
bisa lihat?sedikit? Aku juga
oh maaf tadi tertutup egoku
sini kuseret tangis kedepan tawa
sini kujambak baja yang menganyam
sini kubunuh dengan mimpi2 buruk
sini kuputihkan semuanya
tunggu, kusiapkan dulu semuanya
Lihat disana...ada secercah cahaya
bisa lihat?lumayan? Aku juga
oh maaf tadi tertutup rutinitas palsu
sini ku bukakan segala ajaran lama yang ditinggalkan
sini hafalkan kalimat2 Tuhan yang terlupakan
sini kukenalkan seorang teman yang bersedia membantu
tanpa ada hinaan
sini kurangkulkan semua mu'jizat
Lihat disana..ada secercah cahaya
bisa lihat? lihat? Aku juga
sini bantu aku
bantu aku kembali ke-kemurnian kita
(090105)
untuk aku dan diriku sendiri
Wednesday, October 19, 2005
Bidadariku rapuh
bidadariku rapuh dalam diamnya kata2 yang membisu
hitam membaur dengan cerah warnanya
masih terlihat normal dengan kehambaran struktur maknanya
tapi buramnya sudah meracuni keindahanku
semua kata2 yang menari disekelilingku jadi kerikil tajam
tawa kami yang kemarin hilang
andai sang pelangi hinggap kemari
melengkapi tiga mata hatiku tersayang
melengkapi tiga cerita kebahagiaanku
bidadari-pelangi-dan aku
bidadariku rapuh dalam diamnya kata2 yang membisu
diam yang membuatku risau
(020605)
hitam membaur dengan cerah warnanya
masih terlihat normal dengan kehambaran struktur maknanya
tapi buramnya sudah meracuni keindahanku
semua kata2 yang menari disekelilingku jadi kerikil tajam
tawa kami yang kemarin hilang
andai sang pelangi hinggap kemari
melengkapi tiga mata hatiku tersayang
melengkapi tiga cerita kebahagiaanku
bidadari-pelangi-dan aku
bidadariku rapuh dalam diamnya kata2 yang membisu
diam yang membuatku risau
(020605)
Kehampaanku menari gemulai
Kehampaanku menari gemulai
Penuhi tawaku yang kosong
Jejali bahagia
Peran boneka berlanjut hari ini
Pelangin yg kemarin kususun pelan2 menghambar
Aneh..
Seniman hidup seharusnya bermurah hati
Haruskah aku terus kalah?
Haruskah aku terus tertawa dalam kekosonganku?
Hmm…kehampaanku menari gemulai
Mondoktrin bahwa aku harus bahagia
(020405)
Penuhi tawaku yang kosong
Jejali bahagia
Peran boneka berlanjut hari ini
Pelangin yg kemarin kususun pelan2 menghambar
Aneh..
Seniman hidup seharusnya bermurah hati
Haruskah aku terus kalah?
Haruskah aku terus tertawa dalam kekosonganku?
Hmm…kehampaanku menari gemulai
Mondoktrin bahwa aku harus bahagia
(020405)
Cerita tentang aku
Sendu hadirkan utuh maknanya pada setiap ketukan irama hampaku
Yang kini lebih mencintaiku dari pada langkah2 kaki kosong
Masih kuingat titik2 air mata yg menggenangi bentukku
Menyapu setiap ketidak mengertianku akan ketidak tahuanku
Telah kurelakan seribu bahasaku terkunci dalam-dalam
Sisi hatiku membeku bersama kesadaranku
Kuremukkan sebagian tawa lepasku untuk pengorbananku,
Sekali lagi..dan sepertinya memang takkan pernah berakhir
Tepukan tangan kaisar-kaisar makian kusuruh bermain sendiri
Cuma bisa ikuti…ikuti setiap ketukan palu2 besar
Lucu..aku terlihat seperti manusia yang lain, lemah!
Mungkin memang sudah saatnya ya…
Berbaur bersama titik2 tinta hitamputih
Ups,maaf..Titk2 tinta warna pelangi katanya
biarlah semuanya steril…
hmm..steril ya…tp kenapa aku
tak ada cerita2 jiwa yang biarkan…
sendu,hampa,kosong….semua menggerayangiku
boleh aku tertawa sekarang?
Tunggu! apakah kau bahagia?
(010405)
Yang kini lebih mencintaiku dari pada langkah2 kaki kosong
Masih kuingat titik2 air mata yg menggenangi bentukku
Menyapu setiap ketidak mengertianku akan ketidak tahuanku
Telah kurelakan seribu bahasaku terkunci dalam-dalam
Sisi hatiku membeku bersama kesadaranku
Kuremukkan sebagian tawa lepasku untuk pengorbananku,
Sekali lagi..dan sepertinya memang takkan pernah berakhir
Tepukan tangan kaisar-kaisar makian kusuruh bermain sendiri
Cuma bisa ikuti…ikuti setiap ketukan palu2 besar
Lucu..aku terlihat seperti manusia yang lain, lemah!
Mungkin memang sudah saatnya ya…
Berbaur bersama titik2 tinta hitamputih
Ups,maaf..Titk2 tinta warna pelangi katanya
biarlah semuanya steril…
hmm..steril ya…tp kenapa aku
tak ada cerita2 jiwa yang biarkan…
sendu,hampa,kosong….semua menggerayangiku
boleh aku tertawa sekarang?
Tunggu! apakah kau bahagia?
(010405)
Aku dan Dia
Hari ini dua nafas seirama
Berusaha menyamakan rasa yang terpendam!
Dipendam!!
Hari ini dua bibir tersenyum bersamaan
Mencoba mengatakan semuanya
Hari ini aku cindrela yang terkutuk
Hari ini dia pangeran yang dikutuk
Kacau memang keliatannya
Namun didada ini masih terasa hangatnya
Hari ini berbaris2 kalimat diutarakan
Menggantikan beribu2 paragraf
Yang selama ini dihilangkan
Seharusnya memang cukup sampai disini
Lalu menghilang berdua dalam kerajaan kami
(290304)
Berusaha menyamakan rasa yang terpendam!
Dipendam!!
Hari ini dua bibir tersenyum bersamaan
Mencoba mengatakan semuanya
Hari ini aku cindrela yang terkutuk
Hari ini dia pangeran yang dikutuk
Kacau memang keliatannya
Namun didada ini masih terasa hangatnya
Hari ini berbaris2 kalimat diutarakan
Menggantikan beribu2 paragraf
Yang selama ini dihilangkan
Seharusnya memang cukup sampai disini
Lalu menghilang berdua dalam kerajaan kami
(290304)
Rasanya mirip aku..
Lambaianku tak pernah sampai keujung sana
Hingga hanya wajah membungkam yang terlihat
Kuajak wajah itu tertawa, tanpa jeda
Kuajak wajah itu menangis, tanpa air mata
Kuajak wajah itu akrab dengan hening, tanpa kata2
Bimbang kuamati sekali lagi
Rasanya wajah itu mirip aku
(230304)
Hingga hanya wajah membungkam yang terlihat
Kuajak wajah itu tertawa, tanpa jeda
Kuajak wajah itu menangis, tanpa air mata
Kuajak wajah itu akrab dengan hening, tanpa kata2
Bimbang kuamati sekali lagi
Rasanya wajah itu mirip aku
(230304)
hujatku semua
Tak pernahku meminta,
Hanya menunggu dalam genggaman
-Penuh jeruji, besi-
Agar para pelangi hitam-putih
Biaskan bentuk dalam pengampunan
Putihkan sayap yang pernah kelabu
Mengadakan bentuk yang pernah tersirat
Hilangkan derita klasik berdebu
Tak pernah kuminta!!!
Hanya tanggul2 yang istiqomah-
Menari dalam penantian,
Berjanji pada impian..
Tuk hadirkan semuanya dalam-
Bianglala merahku yang terlanjur kubangun
Dengan segala varian yang katanya kuhendaki
Kuhanya menunggu!!
Tanpa mengingat jejak kaki yang menyeruak
Menghina bayang2 kaki tanpa judul
Tersembunyi dalam senyum2 hujatan
Tanpa percaya pada impian
Yang kata mereka kan datang segera
Baru saja tadi
Kuterima pesan2 surga
Bergelayut manja disayap kelabu yang tersembunyi
Polos menyusuri makna hati
Sampaikan kata2 murni tanpa tiruan
Namun tanpa makna berarti
Teriakku dalam diam!!!!!!!!!!!!
Kepada semua yang tak berperi
membuatku terseok
Hujatku semua!!!!!!!!!!!!!
tanpa kata2
(230404)
Hanya menunggu dalam genggaman
-Penuh jeruji, besi-
Agar para pelangi hitam-putih
Biaskan bentuk dalam pengampunan
Putihkan sayap yang pernah kelabu
Mengadakan bentuk yang pernah tersirat
Hilangkan derita klasik berdebu
Tak pernah kuminta!!!
Hanya tanggul2 yang istiqomah-
Menari dalam penantian,
Berjanji pada impian..
Tuk hadirkan semuanya dalam-
Bianglala merahku yang terlanjur kubangun
Dengan segala varian yang katanya kuhendaki
Kuhanya menunggu!!
Tanpa mengingat jejak kaki yang menyeruak
Menghina bayang2 kaki tanpa judul
Tersembunyi dalam senyum2 hujatan
Tanpa percaya pada impian
Yang kata mereka kan datang segera
Baru saja tadi
Kuterima pesan2 surga
Bergelayut manja disayap kelabu yang tersembunyi
Polos menyusuri makna hati
Sampaikan kata2 murni tanpa tiruan
Namun tanpa makna berarti
Teriakku dalam diam!!!!!!!!!!!!
Kepada semua yang tak berperi
membuatku terseok
Hujatku semua!!!!!!!!!!!!!
tanpa kata2
(230404)
Aku selalu saja takut dengan kesendirian
Pagi ini kutatap mentari yang menyapa sluruh jagat
Memamerkan keagungannya pada ketidakberdayaanku
Menyebarkan warna keemasannya pada kehitamanku
Tapi entah mengapa
Masih saja kucaci dia dalam kehangatannya
Seringkali kubunuh bayangnya yang melekat erat pada kebesaran hatiku
Membiarkan topeng2 yang kupahat sendiri-
Bermain dalam papan drama yang kubuat sendiri
Lalu kubiarkan tubuhku bermain dalam permainanku sendiri
Terkadang tersiksa dengan semuanya
Namun entah mengapa
Masih saja kuberdiri ditengah topeng2 itu
Sedangkan mentari kubiarkan terus mengetuk
Kupikir jika pelangi terus disini
Menemani setiap senyuman
Membasuh setiap kesedihan
Jiwaku takkan lagi butuh semua itu
Tapi entah mengapa
Dengan adanya pelangi yang begitu baik menemaniku
Tetap saja selalu kupahat topeng2 baru
Bukan buatku
Tapi buat pelangi
Sekali lagi kutatap mentari yang menyapa seluruh jagat
Memamerkan keagungannya pada ketidakberdayaanku
Menyebarkan warna keemasannya pada kehitamanku
Menghiburku bahwa aku tak sendiri
Tapi entah mengapa
Aku selalu saja takut dengan kesendirian
(240404)
Memamerkan keagungannya pada ketidakberdayaanku
Menyebarkan warna keemasannya pada kehitamanku
Tapi entah mengapa
Masih saja kucaci dia dalam kehangatannya
Seringkali kubunuh bayangnya yang melekat erat pada kebesaran hatiku
Membiarkan topeng2 yang kupahat sendiri-
Bermain dalam papan drama yang kubuat sendiri
Lalu kubiarkan tubuhku bermain dalam permainanku sendiri
Terkadang tersiksa dengan semuanya
Namun entah mengapa
Masih saja kuberdiri ditengah topeng2 itu
Sedangkan mentari kubiarkan terus mengetuk
Kupikir jika pelangi terus disini
Menemani setiap senyuman
Membasuh setiap kesedihan
Jiwaku takkan lagi butuh semua itu
Tapi entah mengapa
Dengan adanya pelangi yang begitu baik menemaniku
Tetap saja selalu kupahat topeng2 baru
Bukan buatku
Tapi buat pelangi
Sekali lagi kutatap mentari yang menyapa seluruh jagat
Memamerkan keagungannya pada ketidakberdayaanku
Menyebarkan warna keemasannya pada kehitamanku
Menghiburku bahwa aku tak sendiri
Tapi entah mengapa
Aku selalu saja takut dengan kesendirian
(240404)
Pengulangan derita yang sama
Ruang-ruang yang kaku menjadi satu
sepi inipun meratu
tularkan jalur-jalur rimba yang semeraut
satu persatu jalanku jadi dingin
dengan dua titik merana
mewarna disetiap detiknya
menghitam disetiap sudutnya
pengulangan derita yang sama
menghapus jejakku yang kuukir sendiri..
(19 Oktober 2005)
sepi inipun meratu
tularkan jalur-jalur rimba yang semeraut
satu persatu jalanku jadi dingin
dengan dua titik merana
mewarna disetiap detiknya
menghitam disetiap sudutnya
pengulangan derita yang sama
menghapus jejakku yang kuukir sendiri..
(19 Oktober 2005)
Air mata..
Berikan air mata tugas baru
Tersenyum pada luka
Berikan air mata peran baru
Melakoni kemegahan matahari
Berikan air mata sebuah tali
Ajarkan dia merangkai masa lalu
Berikan air mata sebuah laci
Tuk simpan masa lalu
Berikan air mata sebuah telaga
Agar bisa belajar menyadari
Air mata juga punya harga diri
(19/11/04)
Tersenyum pada luka
Berikan air mata peran baru
Melakoni kemegahan matahari
Berikan air mata sebuah tali
Ajarkan dia merangkai masa lalu
Berikan air mata sebuah laci
Tuk simpan masa lalu
Berikan air mata sebuah telaga
Agar bisa belajar menyadari
Air mata juga punya harga diri
(19/11/04)
Saatnya Melepas
Cemoohan jiwa
Yang membeku..
Tak bisa lepas
Dari setiap detailnya
Atau mungkin tak mau melepas???
Lalu menunggu untuk mencair kembali???
Padahal sudah kuingat2 lagi sebuah ketetapan lama
Segala meng-karang, segala membatu
Aku tak butuh rasa hingga tangan dilingkari nanti,
Dengan restu sang pemilik segala
Rasa yang hilang
Sayang yang tak bisa lepas
Tak tahu apa dibuat
Pilihan: Satu hilang lain lepas
Banyak derita yang katanya menyala
Barangkali harusnya sekian saja
Selamat tinggal
Satu lepas, malah
Jadi tetap satu terjalin, walau sudah jd asap
Dengan segala kerancuan detailnya
Sudah saatnya..
Melepas..
(06 September 2005)
Yang membeku..
Tak bisa lepas
Dari setiap detailnya
Atau mungkin tak mau melepas???
Lalu menunggu untuk mencair kembali???
Padahal sudah kuingat2 lagi sebuah ketetapan lama
Segala meng-karang, segala membatu
Aku tak butuh rasa hingga tangan dilingkari nanti,
Dengan restu sang pemilik segala
Rasa yang hilang
Sayang yang tak bisa lepas
Tak tahu apa dibuat
Pilihan: Satu hilang lain lepas
Banyak derita yang katanya menyala
Barangkali harusnya sekian saja
Selamat tinggal
Satu lepas, malah
Jadi tetap satu terjalin, walau sudah jd asap
Dengan segala kerancuan detailnya
Sudah saatnya..
Melepas..
(06 September 2005)
Cukup!!
Sesaat sebelum tawaku jadi tragis
Kucetak besar2 memorinya
Antisipasi ungu….samar2!
Lestari tandunya kotak2
Berhiaskan hiasan2 bening tangis
Aahh….cukup hari ini saja!
(040405)
Kucetak besar2 memorinya
Antisipasi ungu….samar2!
Lestari tandunya kotak2
Berhiaskan hiasan2 bening tangis
Aahh….cukup hari ini saja!
(040405)
Dengarkan aku Cinta
Kata orang-orang dulu..
Cinta itu bisa dibina dari sebuah hubungan,meski tanpa suka
Namun entah mengapa
Yang terjadi malah suka yang tak bisa dibina jadi cinta
Awalnya cukup keras kukatakan pada keegoisan diri
Cinta itu suatu hubungan
Namun entah mengapa
Yang terjadi malah hubungan yang tak bisa dibangun jadi cinta
Bersama waktu
Coba kuresapi dan kupelajari
Setiap keramahtamahan senyummu,
Kehangatan tatapmu
Namun entah mengapa
Semua terlihat salah disetiap sudut sunggingan senyumku
Bahkan dalam setiap tafsiran hatiku
Dan hampir selalu membeku dalam kehangatanmu
….
Mungkin memang harus begini adanya
….
(2004)
Cinta itu bisa dibina dari sebuah hubungan,meski tanpa suka
Namun entah mengapa
Yang terjadi malah suka yang tak bisa dibina jadi cinta
Awalnya cukup keras kukatakan pada keegoisan diri
Cinta itu suatu hubungan
Namun entah mengapa
Yang terjadi malah hubungan yang tak bisa dibangun jadi cinta
Bersama waktu
Coba kuresapi dan kupelajari
Setiap keramahtamahan senyummu,
Kehangatan tatapmu
Namun entah mengapa
Semua terlihat salah disetiap sudut sunggingan senyumku
Bahkan dalam setiap tafsiran hatiku
Dan hampir selalu membeku dalam kehangatanmu
….
Mungkin memang harus begini adanya
….
(2004)
Aku tetap sebuah sunyi
Terasing diantara himpitan udara bertuba
otakku terdesak menggoda
Bernafas tanpa udara yang merenda
Senyum tanpa saraf melayang
Padahal sudah dialamatkan pada hati
Padahal punya nyali
Luncurkan bintang pada langit binatang
Sekarang bagaimana terjemahkan kata hati
Yg mengamuk didada sendiri
Memporak wajah sepi
kosong yg berbelati
tatap menikam tikam dadaku terluka
binar cahaya dipinta
tapi aku tetap sebuah sunyi
menyimpan rahasiaku sendiri
(02/12/04)
otakku terdesak menggoda
Bernafas tanpa udara yang merenda
Senyum tanpa saraf melayang
Padahal sudah dialamatkan pada hati
Padahal punya nyali
Luncurkan bintang pada langit binatang
Sekarang bagaimana terjemahkan kata hati
Yg mengamuk didada sendiri
Memporak wajah sepi
kosong yg berbelati
tatap menikam tikam dadaku terluka
binar cahaya dipinta
tapi aku tetap sebuah sunyi
menyimpan rahasiaku sendiri
(02/12/04)
cuma hina..cuma benci
sepi....
sepi ini punya siapa
tiada apa
tiada siapa
berteriak pun percuma
hanya angin kosong dan hampa berlalu
dalam dinding petapa
sunyi ......
sunyi ini punya siapa
tergeletak asaku tanpa nyawa
bergelantungan sayapku layu
kunikahi saja sunyi yg mendekap,gila!
hmm……tak jadi apa
Cuma hina
Cuma benci
(29/11/04)
sepi ini punya siapa
tiada apa
tiada siapa
berteriak pun percuma
hanya angin kosong dan hampa berlalu
dalam dinding petapa
sunyi ......
sunyi ini punya siapa
tergeletak asaku tanpa nyawa
bergelantungan sayapku layu
kunikahi saja sunyi yg mendekap,gila!
hmm……tak jadi apa
Cuma hina
Cuma benci
(29/11/04)
Lagi-lagi rapuh
Senyum matahariku bernyayi hari ini
Relakan tawa palsuku bermain dalam panggungku
Jadi badut yang sempurna…
Padahal ingin pecahkan semua
Tp entahlah..
Rapuh..
Siap leleh dalam hitunganku
hempaskan warnaku
Yang semakin buram
Tp entahlah..
Hela nafasku semakin panjang hari ini
Coba maklumi..
Realita yang meradang
Tp entahlah..
Lagi-lagi rapuh
(17/04/05)
Relakan tawa palsuku bermain dalam panggungku
Jadi badut yang sempurna…
Padahal ingin pecahkan semua
Tp entahlah..
Rapuh..
Siap leleh dalam hitunganku
hempaskan warnaku
Yang semakin buram
Tp entahlah..
Hela nafasku semakin panjang hari ini
Coba maklumi..
Realita yang meradang
Tp entahlah..
Lagi-lagi rapuh
(17/04/05)
Kecewaku
Penuh, sesak
Setiap inci sudutku mengerut
Mencabik kebanggaan yg semakin berkarat
terbebani putih yang menghitam, pekat!
Berbaris-baris keluhku wakili tangis sewinduku
Semuanya resah yg kaku
Tak bisa hilang sebelum makianku berhenti
Aaah…sekotak candaku mati hari ini
benci..
Kemana aku yg melebur
Menjalin abu-abu dengan rasaku
Aaah…aku kecewa...
(15/04/05)
Setiap inci sudutku mengerut
Mencabik kebanggaan yg semakin berkarat
terbebani putih yang menghitam, pekat!
Berbaris-baris keluhku wakili tangis sewinduku
Semuanya resah yg kaku
Tak bisa hilang sebelum makianku berhenti
Aaah…sekotak candaku mati hari ini
benci..
Kemana aku yg melebur
Menjalin abu-abu dengan rasaku
Aaah…aku kecewa...
(15/04/05)
Untukmu kawan...
Semua sirna oleh hati yg terluka
Terkunci dalam sayap abu2
Yg mengira sudah meng-arti
Sambil singgahi topeng2 pangeran pahatan bidadari
Mungkin kali ini pelindungmu tak sempat kunjungi
Karna smua teriakmu tercekat
Aku cuma bisa berikan bayanganku
Tuk tutupi luka hatimu yg terlihat olehku
Hingga semuanya menjadi sebuah senyuman
(17/11/04)
Terkunci dalam sayap abu2
Yg mengira sudah meng-arti
Sambil singgahi topeng2 pangeran pahatan bidadari
Mungkin kali ini pelindungmu tak sempat kunjungi
Karna smua teriakmu tercekat
Aku cuma bisa berikan bayanganku
Tuk tutupi luka hatimu yg terlihat olehku
Hingga semuanya menjadi sebuah senyuman
(17/11/04)
Aku sudah lama kesepian disini
Sendiri…..
Kesepian..
Aku sudah lama kesepian disini
Dari ramainya cinta yang hilir mudik dimataku
(Dari buasnya kata persahabatan yang terus menggerogoti)
Cinta…
Cinta…
Sudah kutemukan cinta dua kali
Dua kali pula kuhanyutkan cinta itu
Aku cinta…
Aku cinta…
Dua kali kumaki kata hati
Dua kali pula kucoba munafikan
Aku cinta dia…
Aku cinta dia…
Dua kali kutegaskan TIDAK!!
Dua kali pula kumenangis mengiyakan
(menyisakan beribu2 rasa sayang dan penyesalan yang terus menghantuiku)
Sendiri…
Kesepian…
Aku sudah lama kesepian disini..
(6 Juli 2004)
Kesepian..
Aku sudah lama kesepian disini
Dari ramainya cinta yang hilir mudik dimataku
(Dari buasnya kata persahabatan yang terus menggerogoti)
Cinta…
Cinta…
Sudah kutemukan cinta dua kali
Dua kali pula kuhanyutkan cinta itu
Aku cinta…
Aku cinta…
Dua kali kumaki kata hati
Dua kali pula kucoba munafikan
Aku cinta dia…
Aku cinta dia…
Dua kali kutegaskan TIDAK!!
Dua kali pula kumenangis mengiyakan
(menyisakan beribu2 rasa sayang dan penyesalan yang terus menghantuiku)
Sendiri…
Kesepian…
Aku sudah lama kesepian disini..
(6 Juli 2004)
Subscribe to:
Posts (Atom)