Sunyiku adalah laut
luas
luas
luas
dan tak bertepi
sunyiku adalah angin
yang menghembus perlahan
dan membelai hangat
sunyiku adalah harapan
yang memberi secercah keindahan
dalam gelap malam
sunyiku adalah sunyi
yang hanya kumengerti
dan kunikmati
sendiri
(1999)
Tuesday, October 31, 2006
Sunday, October 29, 2006
Cukup...cukup temani...
Hitam ini tak butuh nasihat
Tak butuh komentar
Tak butuh didengar
Tak butuh pertanyaan
Tak butuh jawaban
Cukup temani keabstrakan ini...
(16/12/05)
Tak butuh komentar
Tak butuh didengar
Tak butuh pertanyaan
Tak butuh jawaban
Cukup temani keabstrakan ini...
(16/12/05)
Hidupku adalah luka yang sempurna
Aku ingin berkisah pada angin
Mengenai airmata yang mengering
Tentang rona pipi yang melembab, sembab
isakku tak lagi bersedu sedan
Selalu ada senyum tersungging,
walau hati memerih perih
Maka jangan kau khawatirkan lagi aku
Semua borok, nanah, dan lukakan kubawa
dalam seretan langkah tertatihku
Aku ingin berkisah pada angin
Mengenai jalan ini
Tentang mimpi yang direnggut
Tentang impian yang dimaki
Tentang jeruji tajam, lantang, dan dingin
Namun isakkku harus sunyi
Mesti rela dengan derita yang sama
Memaksa hati melepas tawa bahagia
Maka jangan kau khawatirkan lagi aku
Semua sepi, hampa, dan mayakan kubawa
Dalam seretan langkah tertatihku
Aku ingin berkisah pada angin
Mengenai hati ini
Tentang sajak cermin
Tentang cinta yang berdebu, berkabut
Namun isakku harus hilang
Melanjutkan bagian boneka yang kurebut
Masuk berwangi malam, kelam
Menganyam kata
Dan tak pernah berhenti
Maka jangan kau khawatirkan lagi aku
Semua sendiriku merapat
Takkan lagi luntur dalam bayangan
Aku ingin berkisah pada angin
Tentang hidupku yang sempurna
Dalam luka yang terikat erat
karena
Hidupku adalah luka yang sempurna..
----------
*Sebenernya ini dibuat untuk tugas kuliah sahabatku...dini, bantuin dia gitu..
----------
(15/02/06)
Mengenai airmata yang mengering
Tentang rona pipi yang melembab, sembab
isakku tak lagi bersedu sedan
Selalu ada senyum tersungging,
walau hati memerih perih
Maka jangan kau khawatirkan lagi aku
Semua borok, nanah, dan lukakan kubawa
dalam seretan langkah tertatihku
Aku ingin berkisah pada angin
Mengenai jalan ini
Tentang mimpi yang direnggut
Tentang impian yang dimaki
Tentang jeruji tajam, lantang, dan dingin
Namun isakkku harus sunyi
Mesti rela dengan derita yang sama
Memaksa hati melepas tawa bahagia
Maka jangan kau khawatirkan lagi aku
Semua sepi, hampa, dan mayakan kubawa
Dalam seretan langkah tertatihku
Aku ingin berkisah pada angin
Mengenai hati ini
Tentang sajak cermin
Tentang cinta yang berdebu, berkabut
Namun isakku harus hilang
Melanjutkan bagian boneka yang kurebut
Masuk berwangi malam, kelam
Menganyam kata
Dan tak pernah berhenti
Maka jangan kau khawatirkan lagi aku
Semua sendiriku merapat
Takkan lagi luntur dalam bayangan
Aku ingin berkisah pada angin
Tentang hidupku yang sempurna
Dalam luka yang terikat erat
karena
Hidupku adalah luka yang sempurna..
----------
*Sebenernya ini dibuat untuk tugas kuliah sahabatku...dini, bantuin dia gitu..
----------
(15/02/06)
Hadiah untuk temanku
Jika prosa hening
Bisa berputik teduh
Dihelaian sayap kita..
Lalu ramai kata
Bisa jadi hati
Tanpa lelah meng-Arti..
Maka renung mimpi dinanti
dalam lilin yang keduapuluh..
happy birthday tata..
----------
*ini hadiah ulang tahun untuk gwenda alias tata, temen deket dikampus, yang ke20 ditanggal 07/02/06
----------
(03/02/06)
Bisa berputik teduh
Dihelaian sayap kita..
Lalu ramai kata
Bisa jadi hati
Tanpa lelah meng-Arti..
Maka renung mimpi dinanti
dalam lilin yang keduapuluh..
happy birthday tata..
----------
*ini hadiah ulang tahun untuk gwenda alias tata, temen deket dikampus, yang ke20 ditanggal 07/02/06
----------
(03/02/06)
Subscribe to:
Posts (Atom)