tinggal bagaimana mengisi hati
menjadikan setiap ruangnya tak lagi berongga
yang seharusnya disana tak hanya ada aku
lalu membiarkan debu cinta menyapa
hmm..
tinggal bagaimana mengisi hati
menjadikannya terus tumbuh dan lapang
pada rimba yg semakin menghimpit
membiarkan setiap tawa merajai hari
hmm..
tinggal bagaimana mengisi hati
menjadikan warnanya terus menyala
diperjalanan hidup yang meredup
membiarkan setiap jejakku membekas
hmm..
tinggal bagaimana mengisi hati
dan membiarkannya tetap ada
[26/03/08]
Monday, May 19, 2008
Nanti..
hari ini ubunku berat menggurat
peluhku tak lagi setitik lentik
sapaan kapas jadi mengupas
keluhku sempat mengumpat
nyaris saja kupancung lagi hari
banyak garis yang mengiris
pelupukku diselimuti mega kelabu
warna kisahku terasa sembab
namun, kali ini kau tak bisa selamatkan aku
wahai malaikat-malaikat kecilku yang berwarna pink
cukup aku yang menyisi
nanti kan kubagi lagi tawaku
untukmu nanti..
nanti..
[19/05/2008 - 12:30 AM]
peluhku tak lagi setitik lentik
sapaan kapas jadi mengupas
keluhku sempat mengumpat
nyaris saja kupancung lagi hari
banyak garis yang mengiris
pelupukku diselimuti mega kelabu
warna kisahku terasa sembab
namun, kali ini kau tak bisa selamatkan aku
wahai malaikat-malaikat kecilku yang berwarna pink
cukup aku yang menyisi
nanti kan kubagi lagi tawaku
untukmu nanti..
nanti..
[19/05/2008 - 12:30 AM]
Saturday, May 17, 2008
Kita Ini Bisa!!!
ketika nalarku mengiyakan bisikan semilir desahan inti duniamu
maka seketika itu bukan cuma aku yang kemudian berdiri berteriak lantang
meneriaki huruf-huruf mati yang kelabu berbunga pelangi
lalu menunggalkan segala kekuatan pijakan hati
kita ini bisa tanpa penopang kaki yang semu
hanya cukup jelajahi lebih dalam semua alur ulir bingkainya dengan hati-hati
dan menyadari banyak embun-embun pagi yang bersedia jadi tumbal keringat biadadari
-----------------------------------------------
untuk nyemangatin henny
-------------------------------------------------------
[8 May 2008]
maka seketika itu bukan cuma aku yang kemudian berdiri berteriak lantang
meneriaki huruf-huruf mati yang kelabu berbunga pelangi
lalu menunggalkan segala kekuatan pijakan hati
kita ini bisa tanpa penopang kaki yang semu
hanya cukup jelajahi lebih dalam semua alur ulir bingkainya dengan hati-hati
dan menyadari banyak embun-embun pagi yang bersedia jadi tumbal keringat biadadari
-----------------------------------------------
untuk nyemangatin henny
-------------------------------------------------------
[8 May 2008]
Subscribe to:
Posts (Atom)