ketika nalarku mengiyakan bisikan semilir desahan inti duniamu
maka seketika itu bukan cuma aku yang kemudian berdiri berteriak lantang
meneriaki huruf-huruf mati yang kelabu berbunga pelangi
lalu menunggalkan segala kekuatan pijakan hati
kita ini bisa tanpa penopang kaki yang semu
hanya cukup jelajahi lebih dalam semua alur ulir bingkainya dengan hati-hati
dan menyadari banyak embun-embun pagi yang bersedia jadi tumbal keringat biadadari
-----------------------------------------------
untuk nyemangatin henny
-------------------------------------------------------
[8 May 2008]
No comments:
Post a Comment